Penjelasan PSIS soal Hadirnya Suporter di Laga Kontra Persebaya

By BolaSport - Senin, 23 September 2019 | 09:49 WIB
Suporter persebaya Surabaya Bonek dan Suporter PSIS Semarang baik dari Panser Biru dan Snex berhasil masuk ke dalam stadion Moch Soebroto, Magelang dalam pertandingan PSIS melawan Persebaya, Jumat (20/9/2019) sore.
FRANCISKUS ARIEL SAPUTRA/TRIBUN JATENG
Suporter persebaya Surabaya Bonek dan Suporter PSIS Semarang baik dari Panser Biru dan Snex berhasil masuk ke dalam stadion Moch Soebroto, Magelang dalam pertandingan PSIS melawan Persebaya, Jumat (20/9/2019) sore.

SUPERBALL.ID - CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, memberikan penjelasan terkait  masuknya suporter dalam laga kontra Persebaya Surabaya, Jumat (20/9/2019).

Pertandingan PSIS Semarang kontra Persebaya pada pekan ke-20 Liga 1 2019 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, berjalan kontroversial.

Awalnya, pertandingan PSIS melawan Persebaya yang berlangsung pada Jumat (20/9/2019) digelar tanpa penonton.

Hal ini merujuk pada rekomendasi dari pihak kepolisian setempat mengenai izin keamanan.

Pada 17 September 2019, pihak panitia pelaksana beserta keamanan telah sepakat menggelar pertandingan tanpa penonton.

Akses di sekitar Stadion Moch Soebroto, Magelang, pun ditutup demi menjaga area tetap steril.

Pihak panpel bekerja sama dengan aparat untuk mengadang suporter.

Namun, sejumlah oknum suporter tetap nekat dan memaksa masuk ke stadion.

Sebagaimana dikutip BolaSport.com dari laman resmi PSIS, suporter merusak pintu dan fasilitas di stadion.

Polisi pun dibuat kewalahan hingga akhirnya mengizinkan suporter untuk masuk ke stadion.

CEO PSIS, Yoyok Sukawi, membantah kabar bahwa pihak panpel yang mengizinkan suporter masuk.

"Tidak benar tuduhan jika panpel yang mengizinkan suporter untuk masuk ke stadion, itu sudah menjadi ranah keamanan," kata Yoyok Sukawi, Minggu (22/9/2019).

Yoyok juga mengatakan bahwa ketua Panpel PSIS, Ferdinand Hindiarto, memutuskan untuk mengundurkan diri akibat insiden tersebut.

"Akibat tuduhan tersebut, ketua Panpel PSIS, Ferdinand Hindiarto, kemudian mengajukan pengunduran diri dari PT Mahesa Jenar per 22 September."

"Saya sebagai CEO menghormati keputusan beliau walaupun cukup disesalkan. Beliau sudah banyak berjasa untuk PSIS Semarang," ujar Yoyok menambahkan.

Posisi Ferdinand Hindiarto untuk selanjutnya digantikan oleh Danur Risprianto.

"Untuk selanjutnya, saya menunjuk Danur Risprianto sebagai ketua panpel sementara," ucap Yoyok Sukawi.

Terakhir, Yoyok mengajak semua pihak untuk tidak saling menyalahkan siapapun dan bersikap dewasa menanggapi insiden ini.

"Sudah, tidak usah mencari kambing hitam untuk disalahkan. 20 September itu musibah untuk kami semua."

"Klub rugi ratusan juta, tim kalah telak, kami malu dan rusak nama baik kami. Sudah cukup sampai di sini. Mari sekarang sama-sama fokus ke pertandingan ke depan untuk mengejar poin-poin yang telah hilang di kandang," tutur Yoyok mengakhiri.

Pada laga ini, PSIS yang bertindak sebagai tuan rumah dipaksa menyerah 0-4 oleh Persebaya.

Empat gol Bajul Ijo ke gawang PSIS dicetak oleh Otavio Dutra (29'), David da Silva (45'), Diogo Campos (49'), dan Osvaldo Haay (65').



Editor : Aulli Reza Atmam
Sumber : BolaSport.com

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X