Semangat Pantang Menyerah untuk Masa Depan Futsal Indonesia

Semangat Pantang Menyerah untuk Masa Depan Futsal Indonesia
ISTIMEWA
Kerambah Futsal FC berhasil meraih gelar juara Super Soccer Futsal Battle 2018 usai mengalahkan Al Fallah Futsal FC di Mall Taman Anggrek, Tomang, Jakarta Barat, Minggu (14/10/2018) 

SUPERBALL.ID - Memasuki era 2000-an, futsal mulai berkembang di Indonesia. Tidak sedikit orang yang memainkan permainan olahraga lima lawan lima dalam satu lapangan itu. Kendati demikian, kompetisi futsal profesional di Indonesia pertama kali digelar pada musim 2006-2007.

 

Pagelaran itu bisa dibilang cukup terlambat untuk futsal di Indonesia. Sebab, di level Asia Tenggara saja, Piala AFF Futsal sudah mulai digelar sejak 2001. Sementara apa yang dilakukan tim Indonesia? Perlu diketahui, pada tahun itu Indonesia tidak mengirimkan perwakilannya.

Absen di edisi pertama menjadi pemacu bagi Indonesia untuk mulai mengembangkan olahraga yang berasal dari Uruguay tersebut. Walhasil, timnas futsal Indonesia mulai mengikuti Piala AFF Futsal pada musim 2003 dengan mendapatkan prestasi peringkat ketiga. Prestasi terbaik timnas futsal Indonesia di Piala AFF Futsal terjadi pada musim 2010. Itu pun Thailand yang selalu meraih gelar juara dari 2001 sampai sekarang tidak ikut berpartisipasi pada musim 2010. Lantas sampai kapan kita merasakan juara kembali?

Di era sekarang, futsal sudah sangat banyak diminati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat Tanah Air yang mencoba berusaha keras bagaimana caranya bisa menjadi pemain futsal. Apalagi di setiap klub profesional futsal masih jarang yang memiliki akademi untuk mengembangkan pemainnya menjadi profesional.

Salah satu jalur yang akan membawa setiap orang menjadi pemain futsal profesional yaitu dengan mengikuti turnamen. Tak bisa dipungkiri, turnamen futsal menjadi pilihan akhir bagi orang-orang yang ingin mengembangkan kariernya. Tentu saja banyak pemandu bakat di dunia futsal yang akan melihat turnamen tersebut dan mencari pemain baru untuk timnya.

Salah satu turnamen yang bergengsi bagi pemain futsal non profesional itu adalah Super Soccer Futsal Battle 2018. Tahun ini menjadi pagelaran keduanya bagi turnamen tersebut. Tahun lalu ajang grand final digelar di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Pada tahun ini, ajang yang mempertandingkan 480 tim dari 30 kabupaten dan kota itu mengakhiri turnamen di Mall Taman Anggrek, Jakarta, pada 13-14 Oktober 2018.

"Saya puas dengan turnamen ini. Antusias penonton dari pertama sampai akhir bertambah. Termasuk juga para pesertanya. Kalau kalian lihat, sekarang kami tegaskan untuk setiap klub memakai patch turnamen ini di jerseynya. Tak hanya mau mengembangkan turnamen ini, kami juga ingin serius dari segi jersey," kata Direktur Roro Jonggrang, Joko Pramudji.

Super Soccer Futsal Battle 2018 juga mempersilahkan setiap tim untuk memakai dua pemain profesional. Tujuannya untuk menambah mental bertanding para pemain-pemain non profesional bila bertemu dalam lapangan. Adanya pemain profesional juga untuk memberikan kesempatan kepada mereka menjaga fisik seketika Pro Futsal League sudah selesai pada Mei lalu. 

Para pemain non profesional juga terlihat memiliki semangat ekstra untuk menghadapi pemain-pemain profesional. Mereka seakan tidak melihat kekuatan sang lawan. Kemungkinan besar yang ada di isi kepalanya itu hanya berusaha menunjukan permainan terbaik seketika diberikan kepercayaan oleh pelatih.

Namun sayangnya, pada acara grand final, pelatih timnas futsal Indonesia, Kensuke Takahashi, tidak datang. Sosok pelatih asal Jepang itu masih berada di Yogyakarta untuk memantau seleksi pemain timnas futsal Indonesia U-20. Jika ada Kensuke Takahashi, maka mungkin saja ada beberapa pemain yang membuatnya tertarik untuk dipantau lebih lanjut.

Video Pilihan

Komentar
Ikuti kami di
Penulis: Mochamad Hary Prasetya
Editor: Aulli Reza Atmam
Sumber: BolaSport.com




Superball.bolasport.com © 2018
About us