5 Putusan PSSI soal Timnas Indonesia Melahirkan Kontroversi

5 Putusan PSSI soal Timnas Indonesia Melahirkan Kontroversi
ISTIMEWA
Logo PSSI 

SUPERBALL.ID - Federasi sepak bola Indonesia, PSSI sudah melakukan beberapa langkah yang menimbulkan pertentangan sana-sini terkhusus soal timnas Indonesia.

Dari catatan yang dirangkum BolaSport.com, setidaknya lima sikap PSSI ihwal timnas Indonesia baru-baru ini memancing perdebatan.

Bahkan tak jarang jika lima putusan yang diambil induk organisasi sepak bola Indonesia mengundang protes bahkan bantahan.

Kelimanya disorot oleh publik terkait timnas Indonesia yang dalam waktu dekat akan terjun di ajang bergengsi se-Asia Tenggara, Piala AFF 2018.

Baca Juga: 

Timnas Indonesia yang hingga kini belum menemukan nakhoda tetap dijadwalkan berlaga di Piala AFF 2018 pada 8 November-15 Desember.

Berikut setidaknya lima putusan tersebut:

Mendepak Esteban Vizcarra

Pemain naturalisasi milik Sriwijaya FC, Esteban Vizcarra dipulangkan oleh PSSI dari pemusatan latihan.

Eks Arema FC itu dilepas menjelang laga timnas Indonesia menantang Hong Kong pada FIFA Matchday.

Pihak Sriwijaya FC juga sudah menerima surat bernomor 4572/AGB/1945/X-2018 yang dikirimkan PSSI pada Kamis (11/10/2018) malam WIB.

Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha, mencantumkan perihal pengembalian Vizcarra kepada Sriwijaya FC.

PSSI juga mengonfirmasi bahwa mereka hanya akan memanggil dua pemain Sriwijaya FC ke Timnas Indonesia, yakni Alberto Goncalves dan Zulfiandi.

Memanggil pemain dengan ancaman

Masih dalam kasus yang membelit Sriwijaya FC, manajer tim, Ucok Hidayat membongkar gaya PSSI dalam memanggil pemainnya.

Hal itu dituturkan Ucok setelah timnya merasa dilucuti soal banyaknya pilar Sriwijaya FC yang dipanggil ke timnas Indonesia.

Dalam penutusan Ucok, PSSI menggunakan cara kurang elok yakni ancaman dalam memanggil pemain.

    Gelandang Sriwijaya FC, Esteban Viscarra, saat tampil melawan Madura United pada pekan ketiga Liga 1 di Stadion Gelora Ratu Pamellingan Pamekasan, Jawa Timur Sabtu (07/04/2018) sore.
Gelandang Sriwijaya FC, Esteban Viscarra, saat tampil melawan Madura United pada pekan ketiga Liga 1 di Stadion Gelora Ratu Pamellingan Pamekasan, Jawa Timur Sabtu (07/04/2018) sore.
SUCI RAHAYU/BOLASPORT.COM

"Kami tidak ada protes, ikut saja. Tidak apa-apa demi nasional (negara). Mereka (PSSI) tidak mengancam ke klub, tapi ke pemain," tutur Ucok.

"Diancam. Beto diancam kalau kamu umpamanya bermain hari ini (kontra Bhayangkara). Pemain jadi takut, apalagi naturalisasi. Jangan samakan dengan Stefano Lilipaly dan Ilija Spasojevic."

"Mereka dibiayai oleh negara, oleh PSSI. Kalau Beto dan Vizcarra, sepeser PSSI tak tahu. Setelah jadi (selesai naturalisasi) baru, oh ini orang kita (Indonesia)," ucapnya.

(Baca Juga: Pasca-dibungkam Timnas Indonesia, Myanmar Kalah dengan Skor Sama dari Kontestan Piala Dunia 1994)

Berebut stadion dengan Persija

Kabar soal rebutan stadion antara PSSI dan Persija Jakarta cukup ramai menjadi perbincangan publik.

Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sempat dipilih menjadi kandang Persija Jakarta untuk sisa komptisi pada pertengahan Oktober.

Namun pada saat itu pula, PSSI telah menetapkan Stadion Patriot sebagai venue Piala Asia U-19 2018.

Bahkan Direktur Utama Persija, Gede Widiade sempat ngotot untuk tetap menggunakan Stadion Patriot sebagai markas.

Hingga akhirnya membuat PSSI turun tangan untuk mencarikan kandang bagi Persija Jakarta sebagai ganti Stadion Patriot.

Menggelar liga saat FIFA Matchday

PSSI tetap menggelar partai-partai Liga 1 2018 di tengah FIFA Matchday yang dilakoni timnas Indonesia.

Pada bulan kemarin, timnas Indonesia memanfaatkan kalender FIFA untuk menantang Mauritius, Selasa (11/9/2018).

Kini untuk jeda Internasional Bulan Oktober, timnas Indonesia memainkan dua laga melawan Myanmar dan Hong Kong.

Namun yang menjadi sorotan, kompetisi tertinggi di Indonesia, Liga 1 2018 tetap memainkan laga-laga seperti sediakala.

Alhasil jadwal bentrok dan dampaknya langsung dirasakan oleh tim dan pemain yang dipanggil timnas Indonesia.

Tim kehilangan pemain yang dipanggil ke timnas Indonesia, sementara pemain tersebut absen membela klub.

Baca Juga:

Masa depan karier Luis Milla

Setelah gelaran Asian Games 2018, masa depan Luis Milla bersama timnas Indonesia hingga kini tak kunjung jelas.

PSSI sempat mengatakan jika Luis Milla belum menyetujui perpanjangan kontrak yang ditawarkan.

Bahkan terbaru muncul kabar jika agen Luis Milla menolak untuk hadir ke Indonesia meski sekadar bicara kontrak.

"PSSI meminta segera datang karena seyogyanya kita harus menyelesaikan secara tatap muka. Dari agennya menolak untuk hadir, akhirnya menyelesaikan lewat jarak jauh saja," kata Sekjen PSSI, Ratu Tisha.

Kini PSSI sudah menyiapkan alternatif jika Luis Milla batal melatih timnas Indonesia.

Keputusan PSSI tak lain karena Piala AFF 2018 yang sebentar lagi akan bergulir.

"Kami sudah menyiapkan alternatif itu, bahkan sampai Z," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha.

Video Pilihan

Komentar
Ikuti kami di
Penulis: BolaSport
Editor: Aidina Fitra
Sumber: BolaSport.com




Superball.bolasport.com © 2018
About us