Derita Pemain Bola Indonesia Diumbar di Malaysia dan Vietnam

By Abdul Rohman - Kamis, 12 November 2020 | 09:59 WIB
Kapten Persib Bandung Supardi Nasir sangat terpukul akibat penundaan Liga 1 di Indonesia karena harus menghidupi keluarganya.
INSTAGRAM.COM/PERSIB_OFFICIAL
Kapten Persib Bandung Supardi Nasir sangat terpukul akibat penundaan Liga 1 di Indonesia karena harus menghidupi keluarganya.

SUPERBALL.ID - Penundaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 di Indonesia berimbas sangat suram terhadap para pemain, termasuk ofisial dan tim pelatih.

Selama ini, kompetisi sepak bola adalah sumber utama mata pencaharian para pemain untuk menghidupi diri dan keluarganya.

Kompetisi sepak bola di Indonesia semula sempat akan digelar kembali pada 1 Oktober 2020, tapi Polri tak memberi izin.

Rencana kick-off itu lalu mundur sebulan menjadi 1 November, tapi ternyata tetap tak mendapat izin dari Polri.

Baca Juga: Liga 1 dan Liga 2 Direncanakan Digelar Kembali Awal 2021

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya tak bisa berbuat apa-apa, sehingga kompetisi kemungkinan baru bisa kembali bergulir pada Februari 2021.  

Kondisi itu langsung membuat para pemain menganggur dan memaksa mereka beralih berprofesi demi menyambung hidup.

Derita para pemain itu menjadi perhatian serius dan diumbar di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti di Malaysia dan Vietnam melalui media massa.



Editor : Taufik Batubara
Sumber : Utusan.com,thanhnien.vn

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X