SUPERBALL.ID - Kapten Barcelona, Sergio Busquets, memberikan peringatan untuk Manchester City menjelang partai final Liga Champions 2022-2023.
Partai final Liga Champions musim ini akan mempertemukan wakil Inggris Manchester City dan wakil Italia Inter Milan.
Manchester City secara luas dianggap sebagai favorit di final Liga Champions pada 10 Juni mendatang.
Apalagi The Citizens belum lama ini berhasil merengkuh gelar Liga Inggris kelimanya dalam enam musim terakhir.
Baca Juga: Kiper Real Madrid Ungkap Alasan Dukung Inter Milan Ketimbang Manchester City di Final Liga Champions
Sebaliknya, Inter Milan akan datang ke Stadion Olimpiade Ataturk, Istanbul, Turki, sebagai tim underdog.
Setelah gagal juara pada 2021, banyak yang menilai ini adalah waktu bagi Man City untuk menjadi kampiun Eropa.
Akan tetapi, pandangan berbeda dikemukakan oleh kapten Barcelona, Sergio Busquets.
Menurutnya, Man City tidak boleh menganggap remeh Inter Milan di laga final nanti.
Busquets berkaca dari pengalaman pahitnya saat Barcelona disingkirkan Inter Milan pada musim 2009-2010.
Seperti Man City sekarang, Barcelona saat itu secara luas dianggap sebagai tim terbaik di Eropa.
Namun, Inter justru memenangkan pertandingan semifinal melawan Barcelona sebagai tim underdog.
Menariknya, saat itu Barcelona juga dilatih oleh Pep Guardiola yang kini menukangi Manchester City.
Tak hanya sekali, Busquets harus merasakan kekalahan menyakitkan dari Inter sebanyak dua kali.
Pada laga penyisihan grup musim ini, Barcelona juga menelan kekalahan 0-1 dari Inter di matchday ketiga.
Baca Juga: Skenario AC Milan Lolos ke Liga Champions Musim Depan, Dua Partai Bigmatch Jadi Penentu
Barcelona juga tidak bisa meraih kemenangan saat mereka menjamu Inter di Camp Nou pada laga berikutnya.
“Pertama, karena apapun bisa terjadi di final, dan itu bukan hanya klise,” kata Busquets, dikutip SuperBall.id dari La Gazzetta.
“Dan kedua, dan ini bahkan lebih penting lagi, ketika Anda bermain melawan tim seperti Inter yang memiliki sistem yang tepat, teridentifikasi, dan teruji dengan baik, dengan lima bek, tiga gelandang, dan dua penyerang, segalanya menjadi sangat sulit.”
“Inter menutup ruang dengan sangat baik. Di lini tengah mereka sangat terorganisir, dan mereka mendapat bantuan dari para penyerang."
"Saya mengatakan ini dari pengalaman, karena kami melawan mereka dua kali tahun ini dan menderita."
“Inter mungkin tidak menciptakan banyak peluang, tetapi mereka bermain dengan dua penyerang melawan dua bek tengah, dan ketika mereka berada dalam situasi itu, saya melihat Inter mampu melukai City. Segalanya bisa terjadi."
“Ini membuktikan fakta bahwa dalam pertandingan satu kali, saya memikirkan leg kedua di Camp Nou khususnya, bahkan tim yang dianggap oleh semua orang sebagai yang terbaik di Eropa, dapat dihentikan, dan tersingkir.”
“Dengan para pemain berpengalaman, berkualitas, dan bermotivasi tinggi."
“Mereka memiliki cara bermain mereka sendiri, yang tidak lebih baik atau lebih buruk dari kami.”
“Itu adalah ide mereka dan mereka menerapkannya secara maksimal,” pungkas pemain berusia 34 tahun itu.
Baca Juga: Pep Guardiola Sebut Manchester City Wajib Juara Liga Champions untuk Setara Barcelona di Eranya
Lihat postingan ini di Instagram
Editor | : | Ragil Darmawan |
Sumber | : | Gazzetta.it |
Komentar