Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

Memanas! Motif Dibongkar, Timnas Malaysia Dituntut Akui Salah dan Minta Maaf ke CAFA

Jumat, 18 Juli 2025 | 07:45 WIB
Penulis  :  Taufik Batubara
Editor  :  Taufik Batubara
Pelatih Timnas Malaysia Peter Cklamovski ikut bertanggung jawab terhadap penarikan diri dari CAFA Nations Cup 2025 tanpa perhitungan strategis.
FAM.ORG.MY
Pelatih Timnas Malaysia Peter Cklamovski ikut bertanggung jawab terhadap penarikan diri dari CAFA Nations Cup 2025 tanpa perhitungan strategis.

SUPERBALL.ID - Kecaman terhadap Timnas Malaysia akibat mundur dari turnamen bukan cuma datang dari Asosiasi Sepak Bola Asia Tengah (CAFA), melainkan juga dari tokoh negerinya sendiri.

Analis sepak bola Datuk Pekan Ramli mengkritik keras Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) karena menarik Timnas Malaysia dari CAFA Nations Cup 2025, yang digelar pada 29 Agustus-8 September.

Dia mendesak badan nasional sepak bola negerinya tersebut untuk segera mengakui kesalahannya secara terbuka.

Pekan mengatakan penarikan diri di menit-menit terakhir dari turnamen Asia Tengah itu telah merusak citra sepak bola Malaysia dan berisiko memperburuk hubungan dengan otoritas sepak bola regional.

Baca Juga: Pelatih Timnas Malaysia Balas Kecaman karena Mundur dari Turnamen Asia Tengah

"Kita harus jujur. Ini bukan kesalahan CAFA. FAM sudah tahu jauh-jauh hari bahwa pertandingan-pertandingan awal turnamen itu tidak masuk dalam rentang waktu kalender FIFA, namun FAM tetap setuju untuk berpartisipasi," ujarnya.

"Seharusnya ini dipelajari lebih awal. Kita tidak bisa bilang baru tahu sekarang. Apakah ini karena terlalu percaya diri dalam mengamankan pemain keturunan? Masalah logistik?"

"Semua ini seharusnya sudah dipertimbangkan sebelumnya, termasuk konsekuensi kekalahan tanpa pemain kunci, yang bisa sangat merusak peringkat dan reputasi kami," ungkap Pekan Ramli.

Pengunduran diri Timnas Malaysia, lebih dari sebulan sebelum turnamen CAFA Nations Cup itu dimulai 29 Agustus, terjadi setelah menjadi jelas bahwa menyusun skuad dengan kekuatan penuh, terutama pemain keturunan yang berbasis di luar negeri, tidak akan memungkinkan karena konflik jadwal dan tantangan perjalanan.

Meskipun FAM belum secara terbuka mengakui tanggung jawabnya, Pekan yakin penanganan masalah ini dapat memicu perselisihan diplomatik di sepak bola regional.



Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X