SUPERBALL.ID - Tokoh sepak bola veteran Datuk M Karathu menyesalkan kontroversi yang melibatkan para pemain keturunan campuran, menyebutnya sebagai "hari yang menyedihkan bagi sepak bola Malaysia."
Sebagaimana dikutip dari media Malaysia, The Star, dia mendesak Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk merenung secara mendalam dan mengambil langkah-langkah memulihkan integritas tim nasional.
FIFA telah mendenda FAM sebesar 350.000 Franc Swiss (1,8 juta Ringgit Malaysia) atau setara Rp7.314.272.000.
FIFA juga melarang tujuh pemain keturunan campuran atau naturalisasi selama 12 bulan setelah menemukan kejanggalan dalam dokumen pendaftaran mereka, sebuah perkembangan yang mengejutkan komunitas sepak bola lokal.
Ketujuh pemain bernama Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel itu juga masing-masing didenda 2.000 Franc Swiss atau setara Rp41.795.840.
Ketujuh pemain naturalisasi itu berperan penting untuk kemenangan telak Timnas Malaysia 4-0 atas Vietnam dalam Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 10 Juni lalu.
Baca Juga: CEO Timnas Malaysia Kaget Naturalisasi Palsu Ketahuan FIFA: Ini Momen Menentukan!
Karathu, mantan pelatih tim-tim seperti Perak dan Kelantan serta pemain internasional Timnas Malaysia dari tahun 1963 hingga 1970, mengatakan masalah ini telah menimbulkan pertanyaan serius tentang bagaimana proses tersebut ditangani dan siapa yang terlibat.
"Kita perlu tahu bagaimana hal itu dilakukan. Apakah melalui agen? Apa yang membuat para pemain ini memutuskan untuk bermain untuk Malaysia hanya ketika mereka sudah berusia 28 atau 29 tahun?" tanya Karathu.
"Jika memang benar, maka ini menyedihkan bagi sepak bola Malaysia. Bahkan bisa disebut aib."
