Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
“Tidak ada namanya U-16 dan U-19 itu naik pesawat bayarnya kan sama, tidak mungkin hanya bayar separuh. Jadi, klub juga butuh biaya esktra dan bisa membebani keuangan klub juga. Itu juga dipikirkan oleh PSSI,” sambung Haruna.
(Baca Juga: Persiba Bertekad Curi Poin dari Markas Pemuncak Klasemen Liga 2)
“Kami sepakat kalau itu untuk club licencing dan kami siap memenuhi. Tapi, masalahnya sistem kompetisi (U-16 dan U-19) yang dipakai seperti apa tidak di atur. Implementasinya seperti apa karena itu terkait dana,” tandas Haruna.
Nantinya, Haruna berharap agar PSSI, Liga Indonesia Baru dan klub bisa menemukan solusi terbaik dalam pemutaran kompetisi usia dini.
Haruna berharap sistem kompetisi yang digelar tidak merugikan klub dan jadi beban.
“Kami ingin format kompetisi yang murah, mudah dan juga efektif supaya kita klub juga tidak dirugikan,” tutupnya.