SUPERBALL.ID - Laga Timnas Indonesia menghadapi Malaysia diwarnai dengan adanya kejadian kerusuhan dari oknum suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019) malam.
Kejadian kerusuhan itu terjadi pada saat pertandingan memasuki pertengahan babak kedua.
Kapten Timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa mengaku kecewa dengan adanya kejadian kerusuhan dari oknum suporter Indonesia.
Baca Juga: Kondisi Pendukung Timnas Malaysia yang Jadi Korban di Laga Kontra Timnas Indonesia
Andritany menilai kejadian yang dilakukan oknum suporter Indonesia tersebut sangat memalukan dibanding hasil kekalahan dari Timnas Malaysia.
"Sedih, kecewa pasti. Tapi jujur hati saya lebih sakit karena melihat kejadian tadi di stadion. Jujur saya sebagai kapten Timnas sangat sedih apa yang terjadi dan yang dilakukan suporter malam ini," ucap Andritany seperti dikutip dari Tribun Jakarta.
Pemain berusia 27 tahun itu menilai adanya kejadian kerusuhan tersebut sangat mencoreng nama Indonesia di Internasional.
"Ini mencoreng nama Indonesia. Apapun kejadiannya seharusnya hasil pertandingan bisa diterima. Kita di sini pemain dan semuanya ingin menang. Walau hasil malam ini tidak berpihak harus kita terima," papar Andritany.
Lebih lanjut, Andritany memastikan kejadian tersebut tidak mempengaruhi mentalnya saat bermain.
Menurutnya, kejadian kerusuhan tersebut sudah sering dialami Andritany saat bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Kita tidak mencari alasan, kita perbaiki semuanya harus diperbaiki. Kalau memang terganggu ya pasti terganggu dua tim ini harus kita terima. Dari saya pribadi tidak mengganggu, sama sekali tidak karena sudah terbiasa di sepak bola indonesia," tutur Andritany.
Satu suporter timnas Malaysia jadi korban kericuhan dan ditandu petugas. #TimnasDay pic.twitter.com/EE86cyuvc5
— BolaSport.com (@BolaSportcom) 5 September 2019
Editor | : | Gangga Basudewa |
Sumber | : | SuperBall.id |
Komentar