Hal ini terlihat dari fakta bahwa rata-rata waktu bermain sang pemain di Liga Inggris hanya mencapai 1.389 menit per musim.
Korban Kebijakan Transfer
Meski cedera tidak diragukan lagi menahan Pulisic, itu bukan satu-satunya alasan ia gagal bersinar di Chelsea.
Banyak pemain yang rawan cedera mengukir peran di klub mereka dan tetap menjadi anggota vital tim mereka.
Akan tetapi, dalam kasus Pulisic, ia tidak diizinkan melakukan itu karena banyaknya pemain yang datang selama tiga atau empat musim terakhir.
Terlebih lagi banyak dari mereka telah menjadi pesaing langsung winger berusia 24 tahun tersebut.
Sejak pindah ke Chelsea pada 2019, klub telah merekrut tidak kurang dari 10 pemain depan, yang secara langsung atau tidak langsung dapat membuat Pulisic keluar dari starting line-up.
Mulai dari rekrutan nama besar seperti Kai Havertz, Hakim Ziyech dan Timo Werner, yang bergabung dengan klub hanya 12 bulan setelah Pulisic.
Kemudian disusul dengan kedatangan Romelu Lukaku, Raheem Sterling atau Mykhaylo Mudryk dengan biaya transfer besar.
Ada pula pemain seperti Pierre-Emerick Aubameyang, Noni Madueke dan David Datro Fofana, yang semuanya bisa bermain di posisi winger.
Ini menjelaskan mengapa Pulisic tidak menjadi pemain yang sama seperti saat masih bermain di Dortmund.
Baca Juga: Tiba di AS, Lionel Messi Antusias Hadapi Tantangan Baru di Inter Miami
Lihat postingan ini di Instagram
Editor | : | Dwi Aryo Prihadi |
Sumber | : | Transfermarkt.com |
Komentar