SUPERBALL.ID - Legenda AC Milan, Zvonimir Boban, mengecam perilaku tidak sportif Theo Hernandez yang menimbulkan kerugian besar bagi Rossoneri.
Bek kiri AC Milan itu dianggap sebagai biang kerok di balik tersingkirnya AC Milan di babak play-off 16 besar Liga Champions.
Bek asal Prancis tersebut menerima kartu kuning kedua yang membuat Milan kekurangan pemain sejak menit ke-51.
Sebelumnya, Theo sudah mendapat kartu kuning menyusul pelanggaran tidak perlu di lini tengah.
Baca Juga: Gary Lineker Sebut 5 Tim Terkuat di Liga Champions Musim Ini, Arsenal Diabaikan
Ia kemudian menerima kartu kuning kedua setelah terjatuh tanpa kontak dengan lawan di dalam kotak penalti.
Saat itu, AC Milan sejatinya memiliki momentum untuk membalikkan skor agregat usai gol cepat Santiago Gimenez.
Namun, blunder fatal tersebut harus dibayar mahal setelah Feyenoord menyamakan kedudukan pada menit ke-73.
Hasil imbang 1-1 di Stadion San Siro membuat Rossoneri tersingkir dari Liga Champions usai kalah agregat 1-2.
Mengomentari kegagalan AC Milan, Zvonimir Boban tidak bisa menahan diri untuk meluapkan emosinya dan mengecam aksi tidak sportif Theo.
Bahkan, mantan gelandang Milan dari Kroasia berusia 56 tahun itu menilai perilaku Theo tersebut sudah terjadi selama bertahun-tahun.
Oleh karena itu, Boban mengaku terkejut karena belum ada yang menegur sang pemain soal perilakunya.
“Theo Hernandez telah melakukan ini selama bertahun-tahun," kata Boban, dikutip SuperBall.id dari Football-italia.net.
"Saya terkejut karena belum ada yang memberitahunya atau mengoreksi perilakunya."
“Kartu kuning kedua itu tidak masuk akal. Itu tidak senonoh dan tidak sportif."
"Anda tidak boleh melakukan itu, tidak ada alasan untuk itu,” tambahnya.
Baca Juga: Jumpa Feyenoord di Liga Champions, Bintang AC Milan Senang Bakal Ditonton Bek Timnas Indonesia
Lebih lanjut, Boban juga melihat pemain berusia 27 tahun itu terkesan bermain tanpa usaha di musim ini.
"Sejak awal musim, kami melihat Theo yang tidak ada hubungannya dengan pemain yang kami kenal. Dia hanya menganggur," kata Boban.
“Awalnya, dia tidak begitu bagus dalam bertahan, lalu dia banyak berkembang."
"Tapi musim ini rasanya dia bahkan tidak berusaha sama sekali."
"Secara moral, ini adalah kesalahan serius."
"Mengapa melakukan diving itu? Dia seorang bek, dia bisa menyerang dengan kecepatan tinggi, memiliki fisik yang hebat, ayolah, kok jatuh seperti itu," keluhnya.
Berbeda dengan Boban, Zlatan Ibrahimovic memilih untuk membela Theo dan menyalahkan wasit.
"Mengenai kartu kuning kedua Theo, wasit bersikap keras," kata penasihat senior AC Milan itu.
"Untuk tindakan diving dalam pertandingan seperti ini, setidaknya berikan peringatan lisan sebelum menerima kartu," ujarnya.
Bagi klub Liga Italia itu, kegagalan ke babak 16 besar Liga Champions ini merupakan yang kedua kalinya secara beruntun setelah musim lalu.
Editor | : | Taufik Batubara |
Sumber | : | Football-italia.net |