Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

Dari Usia hingga Sia-sia, 5 Kemungkinan Terburuk jika Marko Simic Dinaturalisasi

By Irwan Febri Rialdi - Jumat, 2 Maret 2018 | 16:30 WIB
Aksi Marko Simic saat laga Persija Jakarta kontra Tampines Rovers dalam ajang Piala AFC 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (28/2/2018). (FERI SETIAWAN/BOLASPORT.COM)

Performa apik legiun asing Persija Jakarta, Marko Simic, telah menarik perhatian publik sepak bola Indonesia. 

Popularitas mendadak Marko Simic itu memunculkan wacana mengenai kemungkinan untuk menjalani proses naturalisasi atau menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Sudah sangat banyak pencinta sepak bola negeri ini yang berandai-andai tentang kemungkinan penyerang asal Kroasia itu membela Timnas Indonesia.

Gayung bersambut, Marko Simic pun sempat mengungkapkan kesediaan jika Indonesia berminat menaturalisasi dirinya.

Namun, kalaupun dinaturalisasi, apakah Marko Simic tetap akan superior ketika membela skuat Garuda?

(Baca Juga: VIDEO - Rezaldi Hehanusa Disanjung Habis-habisan di Televisi Internasional)

Berikut kemungkinan terburuk jika Marko Simic dinaturalisasi, sebagaimana dirangkum BolaSport.com dari berbagai aturan dan fakta:

1. Persoalan Usia  

Marko Simic lahir di Rijeka, Kroasia, 23 Januari 1988.

Itu artinya striker bertinggi badan 1,87 meter itu telah berusia 30 tahun.

Menurut Undang-Undang No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, setiap orang asing yang ingin menjadi WNI minimal harus sudah tinggal di Indonesia selama lima tahun berturut-turut atau 10 tahun tak berturut-turut.

Jika menunggu lima tahun dari sekarang, berarti usia Marko Simic ketika menjadi WNI adalah 35 tahun.

3. Ketajaman Dipertanyakan

Pada usia 35 tahun, apakah Marko Simic akan tetap tajam seperti saat ini?

Ingat, usia 35 tahun sudah jauh melewati batas masa keemasan bagi seorang pesepak bola.

4. Masa depan Marko Simic usai menjadi WNI belum jelas.

Ketika ia telah memiliki status WNI belum ada jaminan dirinya untuk membela timnas Indonesia.

5. Tak seperti pemain naturalisasi lainnya, kebanyakan mereka seperti Cristian Gonzales, O.K Jhon dan Alberto Goncalves memiliki istri dari Indonesia.

Sedangkan Simic belum, sehingga muncul pertanyaan akankah ia tetap akan tinggal di Indonesia setelah tak lagi bermain sepak bola dan tak memiliki keluarga Indonesia.

Namun, semua itu tergantung keputusan sendiri bagi Marko Simic.

Jika nantinya benar-benar menjadi WNI, sedikit banyak pastinya akan bermanfaat bagi sepak bola Indonesia.

Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P