Cerita Sedih dan Manis Perjalanan Panjang Persija di Shopee Liga 1 2019

By Mochamad Hary Prasetya - Minggu, 22 Desember 2019 | 12:49 WIB
Pemain Persija Jakarta saat melakukan selebrasi usai berhasil mencetak gol ke gawang Persipura pada pertandingan liga 1 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).
TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
Pemain Persija Jakarta saat melakukan selebrasi usai berhasil mencetak gol ke gawang Persipura pada pertandingan liga 1 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

SUPERBALL.ID - Persija Jakarta berlaga di Shopee Liga 1 2019 dengan status juara bertahan. Meski demikian, penampilan Persija bisa dilihat tidak seperti sang juara selama 34 pertandingan. Datang dengan kepercayaan diri tinggi, Persija malah terseok-seok hingga hampir terdegradasi. Begitulah singkat cerita jalan manis perjalanan panjang Persija.

Menyambut Shopee Liga 1 2019, Persija tidak banyak mendatangkan pemain baru. Bruno Matos dan Steven Paulle menjadi dua pemain asing yang didatangkan Persija untuk menggantikan Jaimerson Xavier dan Renan Silva. Kehadirannya bisa terbilang tidak berlangsung dengan lama. Steven Paulle mengalami cedera, Bruno Matos tidak bisa menyatu dengan permainan Persija hingga nafasnya hanya sampai pertengahan musim.

Untuk pemain lokal, sebagai tim juara, Persija tidak mendatangkan pemain bintang. Pemain yang datang ke Persija untuk menjalani seleksi kebanyakan berasal dari tim Liga 2. Hanya beberapa nama saja yang berasal dari Liga 1 seperti Heri Susanto dan Dany Saputra. Persija juga kembali mendatangkan Ryuji Utomo yang sebelumnya berkarier di Thailand.

Baca Juga: Edson Tavares Bersyukur Bisa Kalahkan Kalteng Putra meski Persija Sempat Kesulitan

Permasalahan Persija tak hanya sampai di sana saja sebelum Shopee Liga 1 2019 bergulir. Kabar mengejutkan, Gede Widiade yang bertindak sebagai Direktur Utama Persija memutuskan untuk mundur. Sontak keputusan yang diambil Gede Widiade mengundang pra kontra. Sebab, kontrak Gede Widiade bersama Persija masih tersisa satu musim.

Banyak The Jak Mania yang tidak menerima kepergian Gede Widiade. Suporter yang identik dengan warna orange itu menilai Gede Widiade telah sukses bersama Persija. Pemain top didatangkan hingga mampu membawa Persija kembali berlaga ke Asia dan menjadi mengawinkan gelar juara Liga 1 2018 dan Piala Presiden 2018.

Dengan lapangan dada, Gede Widiade memutuskan keluar dari Persija karena tugasnya sudah selesai. Walaupun sebenarnya alasan tersebut tidak sesuai fakta. Masih banyak The Jak Mania yang berpikir Gede Widiade sengaja disingkirkan oleh jajaran manajemen. Meski begitu, tidak ada fakta yang menyebutkannya.

"Saya kira, saya telah mencapai apa yang kita sepakati bersama dengan pengurus Persija. Bahwa di Persija secara formal menargetkan dalam tiga tahun mencapai puncak, dan itu bisa terwujud di tahun kedua. Saya pun akhirnya melaporkan kepada pemegang saham, tugas kami sudah selesai," kata Gede Widiade.

Mundurnya Gede Widiade membuat pemegang saham Persija menunjuk Ferry Paulus dan Kokoh Alfiat. Ferry Paulus lebih bertindak ke depan ketimbang Kokoh Alfiat untuk memberikan pernyataan kepada awak media. Mendengar nama Ferry Paulus sedikit menjadi sebuah trauma bagi The Jak Mania. Sebab, di bawah kepemimpinan Ferry Paulus, Persija sempat mengalami kesulitan keuangan hingga melantarkan gaji para pemain. Namun demikian, The Jak Mania mencoba percaya kepada Ferry Paulus.



Editor : Gangga Basudewa
Sumber : SuperBall.id

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X