Baca berita tanpa iklan. Gabung Bolasport.com+

Usul Sriwijaya FC agar Liga 2 Tetap Bergulir di Tengah Wabah Virus Corona Dipastikan Tak Terlaksana

By Aulli Reza Atmam - Minggu, 22 Maret 2020 | 16:06 WIB
Ilustrasi berita Liga 2 2020.
NDARU GUNTUR/BOLASPORT.COM
Ilustrasi berita Liga 2 2020.

SUPERBALL.ID - Sriwijaya FC mengusulkan agar kompetisi Liga 2 2020 tetap bergulir di tengah wabah virus corona atau COVID-19 yang melanda Indonesia. Meski demikian, usul tersebut dipastikan tidak terlaksana.

Rangkaian Laga Liga 2020 berhenti terhitung sejak 16 Maret lalu menyusul penundaan laga selama dua pekan menyusul meluasnya wabah virus corona di Indonesia.

Sriwijaya FC kemudian merespons penundaan itu dengan mengusulkan agar Liga 2 2020 tetap bergulir setelah masa penundaan usai.

Sriwijaya FC menyampaikan usul tersebut secara terbuka melalui akun sosial media resminya pada Sabtu (21/3/2020).

Laskar Wong Kito juga mengusulkan agar setelah masa penundaan dua pekan, laga digelar tanpa penonton.

 
 
 
View this post on Instagram

Menyikapi kompetisi yang dihentikan sementara selama dua pekan, Manajemen Sriwijaya FC mengajukan beberapa usulan dan saran kepada PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) sebagai operator Liga 2 Indonesia. Usulan dan saran itu yakni kompetisi tetap dilanjutkan setelah dihentikan sementara selama dua minggu. Kemudian, pertandingan Liga 2 dilanjutkan tanpa penonton. Ketiga, Managemen Sriwijaya FC mengusulkan agar setiap official, pemain, dan pelatih yang mengikuti kegiatan pertandingan, dilakukan pemeriksaan kesehatan bebas dari virus Covid-19. Alasan dari pengajuan usul dan saran tersebut yakni dikarenakan klub sudah melakukan ikatan kontrak dengan official, pemain, pelatih, dan sponsor. #sriwijayafc #laskarwongkito #sfcpacakjuaragrupbarat2020 #SFCkeLiga1tahun2021

A post shared by Sriwijaya FC (@sriwijayafc.id) on

Baca Juga: Paulo Dybala Jadi Pemain Ketiga Juventus yang Positif Covid-19

Selain itu, usul lainnya adalah diberlakukannya pemeriksaan kesehatan bagi pemain, pelatih, dan ofisial yang terlibat dalam laga untuk memastikan tidak ada yang terjangkit virus corona.

Pertimbangan di balik usul tersebut adalah sudah terikatnya klub dengan kontrak pemain, ofisial, pelatih, serta sponsor.

Meski demikian, usul tersebut kini dipastikan tidak terlaksana karena alih-alih langsung dilanjutkan setelah seluruh laga ditunda dua pekan, Liga 2 justru diputuskan berhenti sementara.

PSSI memutuskan Shopee Liga 1 dan Liga 2 musim ini berhenti sementara hingga waktu yang tidak ditentukan.

Seperti dilansir laman resmi PSSI, keputusan untuk menghentikan kompetisi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terkait penyebaran virus corona dan surat dari Menpora tentang protokol kewaspadaan pencegahan wabah virus dalam kegiatan olahraga.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule telah mengirim surat kepada PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi pada 18 Maret 2020 yang berisi instruksi perihal penghentian kompetisi.

"Kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 untuk sementara waktu dihentikan," kata Iwan Bule dalam surat yang ditujukan untuk Direktur Utama PT LIB.

"Pencabutan atas penghentian Shopee Liga 1 dan Liga 2 akan menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai penyebaran Covid-19 di Indonesia, yang akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI," tambahnya.

Iwan Bule juga meminta PT LIB agar jadwal laga Liga 1 dan Liga 2 disusun kembali, berkomunikasi dengan pihak keamanan, serta mengkaji manajemen keuangan masing-masing klub serta PT LIB dala kondisi terburuk.

Sebelum ditunda dan akhirnya dihentikan sementara,  Liga 2 2020 baru menggelar empat laga.

Sriwijaya FC termasuk klub yang belum kebagian melakoni laga sebelum kompetisi ditunda.

Keempat laga Liga 2 2020 yang sudah digelar yakni  Persiba versus Kalteng Putra (3-2), PSBS Biak Numfor versus Sulut United (0-1), Mitra Kukar versus Martapura FC (2-0), serta Persijap versus Persigo Semeru (1-0).


Editor : Aulli Reza Atmam
Sumber : PSSI.org, SuperBall.id

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X