Tak Niat Coret Rossi, Dovi Ungkap Data Potensi Besar Marquez Juara MotoGP 2020

By Taufik Batubara - Jumat, 31 Juli 2020 | 11:09 WIB
Marc Marquez puas usai cedera patah lengan kanannya ditangani tim dokter di Barcelona. Pebalap Repsol Honda itu sempat merasakan lengan kanannya sehari sebelum lomba MotoGP Andalusia 2020.
INSTAGRAM.COM/MARCMARQUEZ93
Marc Marquez puas usai cedera patah lengan kanannya ditangani tim dokter di Barcelona. Pebalap Repsol Honda itu sempat merasakan lengan kanannya sehari sebelum lomba MotoGP Andalusia 2020.

Baca Juga: Meski Beda Kelas, Valentino Rossi Sering Kalah Balapan dari Adiknya hingga Kesal

Tanpa berniat mengecilkan posisi Rossi, Dovizioso percaya pebalap Repsol Honda itu akan kembali mengamuk.

Meski tertinggal 50 poin dari Quartararo, Marquez tetap tak bisa disingkirkan dari persaingan juara MotoGP 2020.

Apalagi, imbuh pebalap Ducati yang akrab disapa Dovi itu, Yamaha mengalami dua kegagalan mesin dalam dua seri perdana.

Ada empat pebalap yang memakai motor Yamaha YZR-M1, yaitu Quartararo, Franco Morbidelli, Vinales, dan Rossi.

“Anda harus melihat kondisi yang terjadi menjelang seri di Brno, apakah dia mampu tampil 100% atau ada beberapa batasan, karena hal itu akan menciptakan perbedaan besar," ujar Dovi, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari MotorSport.com.

"Dalam sepanjang kariernya, Marquez hanya melakukan banyak kesalahan pada satu musim (2015)."

Baca Juga: Marc Marquez Batal Balapan di MotoGP Andalusia 2020 karena Ingin Jujur

Dovi mengungkapkan, jika mengamati data-datanya itu, lalu menetapkan tujuan, maka dia kemudian hanya melakukan sedikit kesalahan.

Ya, sejak menjadi juara dunia MotoGP tahun 2013, Marquez hanya "sial" tahun 2015.

Pada tahun itu, Marquez mengalami kesalahan terbanyak yang berujung gagal finis, yakni sampai enam kali.

Walhasil, Marquez harus puas finis di posisi ketiga setelah Jorge Lorenzo dan Rossi.

Namun, pada tahun-tahun berikurnya, Marquez selalu tak bisa dikalahkan.

Setelah juara dunia MotoGP 2013 dan 2014, Marquez kembali bertakhta tanpa putus di musim 2016, 2017, 2018, dan 2019.

“Awalnya saya mengira dia takkan mampu bersaing untuk meraih gelar juara."

"Namun kini saya berpikir dia masih memiliki kans, terutama sejak kami melihat bagaimana Yamaha mengatasi kemungkinan problem yang terjadi pada mesinnya."

Pebalap Italia berusia 34 tahun itu menegaskan, "Memang benar Quartararo memiliki 50 poin dan itu akan makin memacunya lebih cepat di semua trek, tetapi dalam jenis perlombaan ini apa pun sangat terbuka bagi setiap orang."



Editor : Taufik Batubara
Sumber : Motorsport.com

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X