Liga 1 Bisa Belajar dari Liga Jepang soal Cara Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

By Muhammad Respati Harun - Rabu, 21 Juli 2021 | 21:45 WIB
Persija Merayakan Juara Liga 1 2018
Feri Setiawan
Persija Merayakan Juara Liga 1 2018

SUPERBALL.ID - Liga 1 bisa berkaca dari Liga Jepang soal bagaimana cara untuk bertahan hidup di tengah situasi tak menentu akibat pandemi Covid-19.

Hingga saat ini, penyelenggaraan Liga 1 masih menjadi tanda tanya besar.

Liga 1 mengalami ketidakjelasan yang berlarut-larut sejak pandemi Covid-19 melanda sekitar Maret 2020.

Ketidakjelasan itu juga muncul lantaran pihak kepolisian yang tak kunjung memberi izin kepada penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2.

Adanya kompetisi sepak bola sempat dikhawatirkan akan memperparah situasi pandemi dan memunculkan kerumunan.

Baca Juga: Liga 1 Bakal Dapat Sponsor Anyar meski Tak Kunjung Temui Kepastian

Sejak saat itu, Liga 1 ditunda hingga akhirnya PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan untuk membatalkan musim 2020.

PT LIB kemudian memutuskan untuk langsung melanjutkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 ke musim 2021.

Pada 2021, PT LIB mendapatkan izin dari pihak kepolisian untuk menyelenggarakan kompetisi sepak bola.

PT LIB kemudian mengadakan turnamen pramusim yang bertajuk Piala Menpora 2021 pada Maret hingga April lalu.

Penyelenggaraan Piala Menpora 2021 mendapat apresiasi dan dinilai sukses sehingga pihak kepolisian mengizinkan Liga 1 2021.

Baca Juga: Jadwal Badminton Olimpiade Tokyo - Indonesia Mulai 24 Juli Live TVRI

Liga 1 2021 sebenarnya akan diadakan pada Juli ini.

Namun, oleh karena meningkatnya kasus pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM darurat, Liga 1 2021 kembali ditunda.

Berdasarkan kabar terakhir yang beredar, Liga 1 2021 akan diadakan pada Agustus mendatang.

Mengenai kompetisi di tengah pandemi, Liga Indonesia bisa berkaca pada penyelenggaraan Liga Jepang (J-League).

Dilansir Superball.id dari Thethao247.com, Liga Jepang melakukan cara yang bertahap untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Baru Gabung Persebaya, Pemain Asing Ini Sudah Diimbau Pergi dari Indonesia

Pada musim 2020, Liga Jepang memutuskan untuk tidak ada tim yang degradasi.

Lalu, pada musim 2021, Divisi Utama Liga Jepang menambah tim pesertanya menjadi 20 tim.

Bertambahnya jumlah klub tersebut dirasa memberi motivasi lebih kepada tim untuk menyepakati kompetisi dengan sistem "bubble".

Selain itu, protokol kesehatan menjadi sangat penting untuk diterapkan secara tegas di dalam stadion.

Baca Juga: Piala AFF Diubah, Timnas Indonesia Terdampak, Ambisi Vietnam Kandas

Vaksin juga menjadi hal yang sangat penting untuk diberikan kepada seluruh anggota tim, baik pemain maupun staf.

Selain soal kesehatan, permasalahan finansial klub juga tak kalah penting diperhatikan oleh pihak penyelenggara liga.

Di Liga Jepang, ada penegakan regulasi yang mengharuskan klub untuk bisa mengatur keuangannya dengan baik.

Regulasi itu mencakup pemerataan uang di setiap klub, kewajiban adanya anggaran darurat, serta peningkatan kesadaran klub soal finansial.

Baca Juga: Format Baru Piala AFF 2020 Tanpa Kandang-Tandang, Vietnam Bisa Diuntungkan

Keberhasilan Liga Jepang dalam menyelenggarakan kompetisi sepak bola tentu tidak lepas dari kontribusi apik pemerintahnya.

Untuk bisa menekan laju persebaran Covid-19, tentu vaksinasi harus semakin gencar dilakukan dan disosialisasikan.

Selain itu, tes dan pelacakan juga menjadi sangat penting digencarkan oleh pemerintahan untuk mengetahui seberapa parah pandemi terjadi.

Jika demikian, maka pemerintahan akan tahu persis apa yang harus dilakukan karena data yang jujur dan transparan.

Baca Juga: Di Balik Batalnya Transfer Nabil Fekir ke Liverpool, Penuh dengan Kebohongan!

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh BolaSport.com (@bolasportcom)



Editor : Ragil Darmawan
Sumber : Thethao247.vn

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X