Ruud van Nistelrooy Akui Terkesima dengan Tim Ini di Masa Jayanya

By Dwi Aryo Prihadi - Senin, 2 Agustus 2021 | 09:55 WIB
 Mantan striker Manchester United, Ruud van Nistelrooy, merayakan gol yang dia cetak ke gawang Benfica dala
iantambunan
Mantan striker Manchester United, Ruud van Nistelrooy, merayakan gol yang dia cetak ke gawang Benfica dala

SUPERBALL.ID - Legenda Manchester United, Ruud van Nistelrooy, mengaku terkesima dengan satu tim di masa jayanya.

Tidak diragukan lagi bahwa Van Nistelrooy adalah salah satu bomber terbaik di dunia pada masanya.

Ia menghabiskan sebagian besar kariernya dengan membela sejumlah klub top Eropa seperti Manchester United dan Real Madrid.

Van Nistelrooy mencetak 95 gol hanya dalam 150 pertandingan dalam lima tahun kariernya di Liga Inggris bersama Manchester United.

 

Baca Juga: Inter Milan Tolak Tawaran Arsenal untuk Pertukaran Pemain Senilai 68 Juta Pound

Setelah itu, mantan penyerang Belanda itu memutuskan pindah ke Spanyol dengan membela Real Madrid.

Empat musim di Spanyol, ketajaman Van Nistelrooy tidak memudar sama sekali.

Ia berhasil mencatatkan 46 gol dalam 68 pertandingan selama berseragam El Real.

Oleh karena itu, wajar jika ia termasuk salah satu penyerang terbaik di era sepak bola modern.

Kendati demikian, kehebatannya dalam menjebol gawang lawan tidak menghentikannya untuk kagum dengan satu lawannya.

Baca Juga: Man United Yakin Bisa Kalahkan Chelsea dalam Perburuan Erling Haaland

Van Nistelrooy telah melawan banyak tim besar selama kariernya, tetapi ia mengaku terkesima dengan AC Milan di masa jayanya.

Manchester United pernah menghadapi AC Milan di musim 2004-2005 di babak 16 besar Liga Champions.

Tak tanggung-tanggung, Setan Merah yang diperkuat deretan bintang pada saat itu dibuat tak berdaya.

Skuad asuhan Sir Alex Ferguson dipaksa takluk di dua pertandingan, baik kandang maupun tandang.

Setan Merah asal Inggris harus mengakui keunggulan Setan Merah dari Italia dengan agregat 0-2.

Baca Juga: Manchester United Harus Membayar Pogba Ratusan Miliar Jika Menjualnya ke PSG

Pada saat itu AC Milan diperkuat pemain seperti Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Gennaro Gattuso dan Andrea Pirlo.

“Saya bermain melawan AC Milan di San Siro dan ada empat bek Cafu, Jaap Stam, (Paolo) Maldini dan (Alessandro) Nesta."

"Jadi saya hanya seperti, itu menarik. Oke, mereka cukup bagus. Mereka berempat dan bagaimana mereka bekerja sebagai satu kesatuan."

"Ada Gattuso tepat di depan. Anda tahu dia seperti 'Saya akan membunuh Anda setiap kali Anda mendapatkan bola'."

"Dan kemudian Pirlo, dia fantastis. (Clarance) Seedorf juga bermain di tim itu. Orang terkuat di dunia."

Baca Juga: Deretan Pertandingan Manchester United yang Bakal Dilewatkan Marcus Rashford

"Saya tidak mencetak gol pada pertandingan itu. Saya tidak bisa. Saya tidak bisa mendekati tembakan."

"Tampak seperti ada 4 atau 5 pemain yang terbang di mana saya menguasai bola. Itu sangat menakjubkan," ucapnya.

Pasukan Carlo Ancelotti dengan mudah melewati rival sekotanya Inter di babak perempat final.

PSV memberikan tantangan yang lebih berat di semi final, tapi AC Milan juga menang dengan gol tandang.

Rossoneri pun menjadi favorit di final melawan Liverpool, yang hanya finis di urutan kelima Liga Inggris, di belakang Everton.

Namun, meskipun unggul 3-0 di babak pertama, Milan kalah di final legendaris yang dihelat di Istanbul itu.

Baca Juga: Mauricio Pochettino Tanggapi Spekulasi Paul Pogba Gabung PSG

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh BolaSport.com (@bolasportcom)



Editor : Ragil Darmawan
Sumber : Sportbible.com

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X