Mereka mencemooh lagu kebangsaan Jepang sebelum pertandingan dimulai.
Kemudian ada yang menggunakan laser untuk diarahkan ke wajah para pemain Jepang.
Lalu ada pula suporter yang menerobos masuk ke dalam lapangan sehingga pertandingan sempat dihentikan.
Terkait hal tersebut, para pendukung Jepang berharap FIFA memberikan hukuman kepada Timnas China.
"Bertarung dengan bermartabat, tim Jepang dan fans memiliki semangat ini," ujar salah satu penggemar tim Samurai Biru.
"Kami menghargai kemenangan dan kekalahan, dan saling memuji."
"Sedangkan sepak bola China tidak memilikinya. Selain sepak bola Kung Fu, ada juga masalah seperti ejekan (lagu kebangsaan) dan laser."
"Para pemain dan fans (China) tidak memenuhi syarat (tampil di Piala Dunia)."
"Hasil ini juga tercermin dalam hasil mereka. Saya berharap FIFA dan AFC akan menghukum mereka."
Sementara penggemar lainnya menjelaskan cara sepak bola Jepang bisa berkembang, tidak seperti yang dilakukan China.
"Tim Jepang yang dulunya lemah bertekad untuk berpartisipasi di Piala Dunia, bekerja keras untuk melatih para pemain dan meningkatkan level mereka, mengumpulkan pengalaman secara bertahap, dan kemudian menembus kualifikasi Asia, dan akhirnya mendapat keinginan mereka untuk berpartisipasi di Piala Dunia," katanya.
"Sedangkan tim China mempersempit lebar lapangan agar bisa berpartisipasi di Piala Dunia."
"Jika terus menggunakan cara ini, maka itu hanya akan mempermalukan diri mereka sendiri dan meremehkan evaluasi serta level sepak bola Asia."
Editor | : | Ragil Darmawan |
Sumber | : | 163.com |