"Itu pandangan pribadi saya," ujar Christopher.
"Sebelumnya, saya maju sebagai anggota independen dan tidak berasal dari koalisi mana pun."
"Artinya, anggota koalisi tahu kualitas kita dan tahu apa yang bisa kita lakukan."
"Kalau calonnya berkualitas, punya visi dan misi untuk membantu FAM dan afiliasinya, maka tidak akan terjadi suap-menyuap atau hal-hal buruk lainnya."
"Kalau orangnya tidak punya sikap terlalu percaya diri, tidak tahu kemampuan dan kapasitasnya sendiri, itu bisa saja terjadi."
"Istilah ini (suap-menyuap) selalu kita dengar, maaf, di dunia politik."
"Jangan sampai budaya politik ini dibawa ke dunia olahraga."
"Harus dipilih orang yang punya kemampuan dan prestasi."
"Ini bukan ajang pamer, ini ajang untuk mengabdi pada negara."
Christopher yang juga Ketua Komite Media, Komunikasi, dan Humas FAM menyampaikan hal itu saat diwawancarai di 'Podcast Borak Harini' yang dipandu moderator Asrizal Aris dan disiarkan melalui laman YouTube Berita Harian Online.
Editor | : | Ragil Darmawan |
Sumber | : | Bharian.com.my |