Kisah Perjuangan Apriyani Rahayu, Dari Raket Kayu hingga Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020

By Dwi Aryo Prihadi - Selasa, 3 Agustus 2021 | 14:38 WIB
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, bereaksi setelah memastikan medali emas Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Plaza, Senin (2/8/2021).
NOC INDONESIA
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, bereaksi setelah memastikan medali emas Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Plaza, Senin (2/8/2021).

SUPERBALL.ID - Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu, melewati perjuangan yang tak mudah hingga meraih emas Olimpiade Tokyo 2020.

Berpasangan dengan Greysia Polii, Apriyani sukses mencatat sejarah dengan meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Di partai final, Senin (2/8/2021), Greysia/Apriyani mengalahkan wakil Tiongkok Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, 21-19, 21-15.

Di balik torehan manisnya meraih medali emas Olimpiade, Apriyani ternyata telah melewati perjuangan yang tak mudah.

Baca Juga: Banyak Eks Atlet Jual Medali Emas Olimpiade, Berapa Harganya?

Gadis kelahiran Konawe, Sulawesi Tenggara, 28 April 1998, itu telah menunjukkan minat di bulu tangkis sejak usia 3 tahun.

Agar bisa menekuni hobinya itu, Apriyani awalnya dibuatkan raket dari kayu dan kok dari jerami oleh sang ayah, Ameruddin.

"Jadi saat pertama mencoba olahraga ini, Ani (sapaan Apriyani) menggunakan raket yang saya buat dari kayu dengan dengan shuttlecock terbuat dari jerami," kata Ameruddin.

Ketika memasuki bangku sekolah dasar (SD), barulah Apriyani meminta untuk dibelikan raket asli.



Editor : Ragil Darmawan
Sumber : Kompas.com,SuperBall.id

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X